Minggu, 25 November 2012

Teknik Pengendali

a. Rangkaian Pengendali Loop Terbuka dan Tertutup.

1). Rangkaian pengendali loop terbuka
Meskipun seringkali kita tidak menyadari adanya proses, kuantitas fisik dikendalikan secara kontinu pada kehidupan kita sehari-hari.

Contoh :
• Memati-menyalakan motor listrik
• Mengemudikan kendaraan
• Membuka dan menutup keran air
• Menggunakan kalkulator

Istialah pengendali didefinisikan dalam standar nasional dan internasional. Pada rangkaian pengendali loop terbuka, satu atau lebih variabel masukan, yang diberikan oleh seseorang atau transmiter program, akan menentukan variabel keluaran dari rangkaian pengendali.
Masing-masing elemen dari rangkaian pengendali akan membentuk suatu loop terbuka. Artinya, sinyal perintah hanya bisa bergerak satu arah, dari titik awal sampai titik akhir loop pengendali.

2). Susunan rangkaian pengendali loop terbuka

3). Bagian-bagian dari rangkaian pengendali terbuka

Suatu loop pengendali terdiri dari :
• Jalur proses – variabel yang diatur (x).
• Peralatan pengendali – elemen awal, elemen pengendali akhir, keluaran pengendali (y), variabel perintah (w).

Jalur proses :
Merupakan bagian dari loop pengendali, dimana kuantitas fisik diatur.
Merupakan transformator energi, contoh : motor listrik, lampu pijar, tabung hidrolik.

Variabel yang diatur (x) :
Merupakan kuantitas fisik yang diatur, contoh : kecepatan putar, penerangan ruangan, tekanan.

Pengendali loop terbuka :
Meliputi semua bagian loop kontrol yang mengontrol aliran energi, contoh : sakelar, tombol tekan, relai, elemen utama, program.

Elemen kendali akhir :
Diletakkan pada awal jalur proses dan berfungsi mengatur aliran energi, contoh : kontaktor, relai arus denyut (pulsa), sakelar, katup magnetic, elemen kontrol akhir (transistor, thyristor).
Elemen awal :
Sakelar atau tombol tekan yang digerakkan oleh variabel perintah.

Keluaran pengendali (y) :
Kuantitas keluaran dari alat pengendali.

Variabel perintah (w) ;
Mempengaruhi elemen awal selama satu proses kendali penuh.

4). Sistem Pengendali

Jenis sistem pengendali adalah :
• Pengendali perintah
• Pengendali elemen penahan (holding element)
• Pengendali program

Pengendali perintah :
Harga kuantitas keluaran selalu tergantung pada harga seketika variabel perintah. Perubahan variabel perintah yang kontinu melalui operator juga mempengaruhi perubahan kontinu dari variabel yang diatur. Contoh : pengendali kecerahan (brightness) kontinu pada bola lampu pijar (pengatur keredupan / dimming), pengendali pada kecepatan putar suatu motor DC.

Pengendali elemen penahan :
Variabel keluaran (y) tetap konstan meskipun variabel perintah (w) dihilangkan. Variabel keluaran (y) dapat diubah kembali jika harga variabel perintah yang baru diberikan. Contoh : mematikan-menyalakan pemakai melalui kontaktor dengan kontak penahan (elemen penahan).

Pengendali program :
Suatu proses secara otomatis akan dikontrol dengan suatu program.
Pengendali program dibagi ke dalam 3 kelompok :
a) Pengendali pola waktu :
Variabel perintah (w) disulpai oleh transmiter program yang tergantung pada waktu. Contoh : Pengendali pola waktu mengatur penyalaan lampu jalan (traffic light).
b) Pengendali pola lintasan :
Variabel perintah (w) disuplai oleh transmitter program yang tergantung pada lintasan. Contoh : Cakram kemudi (trip cam) menggerakkan saklar pembatas yang kemudian akan memulai atau mengakhiri proses tertentu.
c) Pengendali run-off (pengendali urutan)
Variabel perintah disuplai oleh program. Proses baru hanya dimulai jika proses sebelumnya sudah selesai. Contoh : motor yang digerakan dengan hubungan bintang-delta otomatis, pengendali mesin cuci otomatis.

b. Pengendali loop tertutup

Merupakan proses dimana variabel yang diatur (x) selalu dibandingkan dengan variabel perintah (w).
Dengan pengukuran yang sesuai, setiap deviasi selalu dikembalikan ke posisi nol.

Catatan :
Pengendali loop tertutup selalu mem- punyai urutan operasi yang tertutup.


c. Dasar Sistem Pengendali

1). Struktur elektronik

Teknik digital meliputi teknik otomasi yang berhubungan dengan desain dan kontruksi sistem kontrol dimana informasi ditransmisikan dengan bantuan sinyal digital.

Istilah “digital” berasal dari bahasa Latin “digitus” yang berarti “jari (finger)” atau “bilangan (number)”. Karena sebelumnya orang menggunakan jari untuk mengurut/ menghitung, maka istilah “digital” berarti “berhubungan dengan bilangan/angka”.

2). Sinyal analog

Sinyal analog bisa berupa harga tengah (antara) di dalam batas teknisnya (kisaran).

Contoh :
• Tegangan yang disuplai oleh generator (pembangkit tenaga listrik) berbanding lurus dengan jumlah putaran.
• Panjang kolom air raksa dari termometer berbanding lurus dengan temperatur.
• Tegangan yang dikeluarkan dari termo-kopel berbanding lurus dengan temperatur.

3). Sinyal digital

Teknologi digital beroperasi khususnya dengan sinyal biner. Hanya dua harga berbeda yang bisa digunakan (“0” dan “1”)

Contoh :
• Kontak sakelar hanya bisa terbuka atau tertutup.
• Bola lampu hanya bisa dinyalakan dan dimatikan.

Jika harga analog harus ditunjukan sebagai harga digital, maka harga analog ini harus dikuantisasi sesuai dengan unit dasar. Di sini, gelombang bentuk tangga yang sebanding diubah ke dalam bentuk kontinu sesuai dengan harga yang akan diubah ke bentuk sinyal.

4). Rangkaian Digital

Dalam kehidupan kita sehari-hari selau berhubungan dengan listrik dan elektronik, kemungkinan anda mengguna- kan rangkaian analog. Rangkaian yang diperlihatkan pada gambar 1.9 menunjukkan suatu sinyal analog atau tegangan. Titik tengah dari potensiometer bergerak keatas, tegangan dari titik A ke B secara bertahap naik. Bila bergerak kebawah, secara bertahap tegangan turun dari 5 menjadi 0 volt (V).

Diagram bentuk gelombang yang diperlihatkan pada gambar 1.10 adalah grafik keluaran analog. Pada sisi kiri tegangan secara bertahap naik dari A sampai B menjadi 5 volt, pada sisi kanan tegangan secara bertahap turun dari A sampai B menjadi 0 volt. Dengan menhentikan potensiometer pada titik tengahnya, kita akan mendapatkan tegangan output antara 0 sampai 5 volt.

Peralatan digital dioperasikan dengan sinyal digital. Gambar 1.10 memperlihatkan Square-wave generator. Generator membangkitkan gelombang kotak (square-wave) yang ditunjukan pada oscilloscope. Sinyal digital hanya +5V atau 0V, seperti diagram yang ditunjukan pada gamabar 1.10. Tegangan pada titik A bergerak dari 0 ke 5V . Selanjutnya tegangan berada pada +5V untuk setiap saat. Pada titik B tegangan turun secara drastis dari +5V ke 0 V. Tegangan berada pada 0 V untuk setiap saat. Hanya dua tegangan yang ditunjukan pada rangkaian digital elektronik.
Diagram bentuk gelombang pada gambar 2.6(b) tegangan merupakan label HIGH dan LOW. Tegangan HIGH adalah +5 V, tegangan LOW adalah 0 V. Selanjutnya kita dapat menyebutkan bahwa tegangan HIGH (+5V) adalah logik 1 dan tegangan LOW adalah logik 0.
Rangkaian yang hanya dapat menghasil-kan sinyal HIGH dan LOW disebut Rangkaian Digital. Kita dapat menyebutkan bahwa digital elektornik merupakan suatu kalimat logik 0 dan 1.

5). Penggunaan Rangkaian Digital

Pertumbuhan dibidang digital elektronik begitu cepat, seperti yang dapat kita saksikan akhir-akhir ini penggunaan mikro komputer yang tersebar luas. Mikro komputer hanya merupakan suatu bagian kecil pada dekade sebelumnya, namun saat ini puluhan juta mikro komputer digunakan pada rumah, sekolah, bisnis dan perkantoran. Mikro komputer sangat dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.
Di rumah komputer digunakan untuk bermain video games, mengatur anggaran rumah tangga, atau mengendalikan lampu dan untuk aplikasi yang lainya. Di sekolah, pelajar menggunakan komputer sebagai media pembelajaran untuk belajar bahasa, metematika, menulis dan sebagainya. Staf menggunakan komputer untuk pemerosesan kalimat, pengujian dan penilaian. Pada bidang bisnis komputer banyak digunakan untuk pemerosesan data, mengendalikan inventori, dan sebagainya. Di pabrik komputer dapat sisesuaikan penggunaannya untuk pengendalikan mesin, robot, dan mengendalikan proses produksi. Di militer komputer digunakan sebagai pemandu bom, misil, senapan otomatis dan kordinat komunikasi.

Bagaimana Listrik sampai ke Rumah?

Bagaimana Listrik sampai ke Rumah?
Jawab pertanyaan tersebut dan posting ke blog kalian

Listrik yang sampai ke rumah dihasilkan dari tempat yang jauh dari rumah. Untuk sampai ke rumah, listrik menempuh perjalanan panjang.

Transmisi jarak jauh.
a. Di manakah pembangkit yang menghasilkan listrik yang sampai ke rumah kamu ……………………………….
b. Apa jenis pembangkit listriknya (pilih salah satu PLTA, PLTN, PLTD, PLTU, PLTPB). ………………………………
c. Tegangan listrik yang dihasilkan generator pembangkit listrik …………… Volt, dalam perjalanan ……………… Volt, di rumah …………………. Volt.
d. Alat yang dapat meninggikan tegangan adalah………………….., sedangkan alat yang dapat menurunkan tegangan adalah …………………………
e. Sebutkan empat alasan mengapa pada saat listrik disalurkan dari pembangkit pilihannya adalah menggunakan tegangan tinggi.
- ………………………………………………………………………………
- ………………………………………………………………………………
-.………………………………………………………………………………
- ………………………………………………………………………………

TUGAS SIMBOL LISTRIK

Dibawah ini lambang yang biasa digunakan dalam suatu rangkaian listrik. Berilah nama yang dilambangkan oleh gambar tersebut :



Sebutkan bagian-bagian berikut :







TUGAS 1. LISTRIK

Apakah di rumah, kamu menggunakan alat-alat listrik ? Tuliskan alat-alat listrik yang ada di rumah kamu !

1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
4. ………………………………………
5. ………………………………………
6. ………………………………………
7. ………………………………………
8. ………………………………………
9. ………………………………………
10. ………………………………………

Pilih salah satu dari alat tersebut diatas yang paling kamu kenal, yaitu : ……….. …………………………………………..

Kemudian, jelaskan, bagaimana cara mengoperasikan atau menggunakan alat tersebut

………………………………………….. ………………………………………….. ………………………………………….. ……………………………………………………………………………………..

Kelompokkan alat-alat listrik yang telah kamu sebutkan ke dalam tabel berikut yang didasarkan pada perubahan energi listrik menjadi energi cahaya, panas, atau gerak!

Pada umumnya alat-alat listrik ada keterangan mengenai pemakaian dayanya. Keterangan itu biasanya ada dibelakang atau dibawah alat tersebut.
Untuk tugas ini, kamu diminta untuk memilih lima alat yang ada di rumah kalian, dan cari serta tuliskan pemakaian daya dari alat tersebut.

Dari alat-alat tersebut yang memiliki daya kemampuan terbesar adalah …………., dan yang terkecil adalah ……………………………………….

Pada setiap listrik tertulis kemampuan dayanya, seperti misalnya pada sebuah lampu pijar tertulis 100 W – 220 V, jelaskan apa arti dari tulisan tersebut ?

…………………………………………..
…………………………………………..

LISTRIK

1) Listrik adalah energi atau tenaga yang membuat benda lain bekerja : bergerak; bersinar, panas dsb.

Listrik membantu manusia dalam kehidupan sehari – hari. Dengan listrik kita dapat memperoleh: panas melalui rice cooker atau kompor listrik untuk memasak nasi, cahaya penerang melalui lampu dan air melalui pompa air yang berputar (bergerak) menghisap air.

Agar listrik dapat dimanfaatkan secara aman, dibutuhkan instalasi pengkabelan (instalasi listrik) untuk penerangan dan untuk titik kontak.
Instalasi listrik terdiri dari komponen-komponen listrik : Dudukan Lampu (Lamp Holder atau Fitting}, Titik Kontak (Stop Contact), Saklar (Switch) Sekring (Fuse), Pemutus Rangkaian Mini (MCB), pengukur pemakaian daya, dsb.

Ada empat hal yang perlu diketahui tentang listrik yaitu : Arus Listrik, Tegangan Listrik, Hambatan Listrik dan Daya/energi Listrik.

2) Listrik didapatkan dari sentral listrik yang dialirkan melalui suatu sistem jaringan listrik yang dimulai dari pembangkit listrik. Untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik dapat digunakan tenaga air, angin,uap/gas atau bahan bakar (bensin atau solar).

Listrik yang dikeluarkan oleh Generator , tegangannya dinaikkan oleh transformator penaik tegangan generator dan dikirim lewat penghantar tegangan tinggi ke Stasion Pembantu. Pada stasion pembantu, tegangan listrik diturunkan oleh trasformator penurun tegangan sebelum dikirim ke stasion pembantu distribusi. Stasion pembantu distribusi mendistribusikan lagi ke transformator distribusi. Keluaran transformator distribusi sudah merupakan tegangan 220V.

3) Listrik dialirkan melalui kawat listrik yang terbuat dari bahan penghantar tembaga dan atau aluminium. Kawat listrik diisolasi dengan bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik seperti plastik atau karet untuk keamanan.

Isolasi kawat listrik dibuat dalam beberapa warna untuk membedakan antara kawat yang satu dengan yang lainnya : warna hitam , merah, kuning adalah kawat arus atau fasa; warna biru adalah kawat nol dan kawat hijau atau kuning/hijau adalah kawat pembumian (ground).

4) Meter listrik dihubungkan dengan kabel listrik yang masuk dari tiang ke rumah. Meter berfungsi untuk mengukur berapa banyak energi listrik yang gunakan. Dari meter listrik, aliran listrik dibagi kedalam beberapa kelompok yang berbeda.

Rumah yang kecil biasanya hanya memiliki satu kelompok, sedangkan rumah yang besar biasanya memiliki beberapa kelompok. Setiap kelompok mempunyai pengaman berupa sekering (fuse).

5) Klasifikasi tegangan terdiri dari Tegangan rendah dan tegangan tinggi. Tegangan 50V kebawah termasuk tegangan rendah dan tegangan 220V termasuk tegangan tinggi.

6) Isolasi kawat yang rusak dapat menimbulkan bahaya berupa hubungan singkat yang menimbulkan kebakaran. Bila tersentuh maka tubuh akan terkena aliran listrik dan mengalirkannya ke bumi (ground).

Sengatan Listrik sangat berbahaya dan dapat membuat kejang-kejang
otot. lemas, pingsan dan bahkan dapat merenggut nyawa. Isolasi kawat yang rusak atau sobek dapat terjadi pada titik kontak, peralatan listrik dan lain-lainnya yang menggunakan listrik. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan listrik dan bila mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan listrik, pakailah sandal karet yang kering.

TUGAS KONSTRUKSI KAYU

Kerjakan soal berikut, materi lihat posting Konstruksi Kayu (di bawah posting ini) atau cari materi di internet!
Kerjakan di buku tulis, kumpulkan!
1. Sebutkan kegunaan kayu dalam bidang pembangunan (konstruksi)!
2. Sebutkan kegunaan kayu dalam bidang transportasi!
3. Sebutkan kegunaan kayu dalam bidang Pendidikan yang berkaitan dengan pembelajaran!
4. Sebutkan kegunaan kayu dalam bidang mebel!
5. Untuk menjaga supaya hutan-hutan di Indonesia tidak gundul, apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dan bagaimana sikap masyarakat , berikan penjelasan!
6. Kayu di Indonesia dijual di pasaran dalam negeri dan luar negeri, dalam bentuk apakah kayu tersebut dijual?
7. Jelaskan yang dimaksud dengan lingkaran tahunan atau gelang tahunan pada kayu!
8. Apakah yang dimaksud dengan kayu Gubal?. Sebutkan fungsi dari kayu gubal tersebut !
9. Apakah yang dimaksud dengan kayu teras?
10. Mengapa kayu yang sudah diawetkan jika terkena hujan dan panas tidak mudah membusuk?

PR
Kerjakan soal berikut, masukkan dalam posting Blog kalian
1. Ciri-ciri Kayu Mahoni:
2. Ciri-ciri Kayu Pinus:
3. Ciri-ciri Kayu Lame:
4. Ciri-ciri Kayu Albasia:
5. Ciri-ciri Kayu sungkai:
6. Ciri-ciri Kayu Kamper:
7. Ciri-ciri Kayu Jati:
8. Ciri-ciri Kayu Meranti:
9. Ciri-ciri Kayu meranti merah:
10. Ciri-ciri Kayu Sonokeling:
11. Ciri-ciri Triplek :
12. Ciri-ciri Multiplek:
13. Ciri-ciri Teak Blok:
14. Ciri-ciri Partikel Blok:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar